PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

6/1/120 komentar


Filed Under: Umum
Sastra adalah sejarah dan bahasa yang dimiliki di setiap propinsi atau daerah tertentu yang digunakandalam kehidupan sehari-hari. Sastra di Indonesia dibedakan menjadi 2 bagian, yakni Sastra Daerah dan Sastra Nasional. Sastra daerah sangat erat hubungannya dengan sastra nasional. Sastra daerah memiliki ciri atau karakteristik menggunakan bahasa asal daerah atau tanah kelahirannya dan telah digunakan dan sejak daerah itu terbentuk, sedangkan Sastra Nasional memiliki ciri dengan menggunakan bahasa yang baku sesuai kamus bahasa Indonesia yang benar dan jelas. Maka dari itu kita sebagai rakyat bangsa Indonesia harus menerima perbedaan dan mempelajari sastra-sastra dan sejarah agar tercipta kesinambungan antar bahasa satu dengan yang lainnya.
Peran gurubahasa sangat penting  dalam mencapai  pengajaran yang baik
Baik buruk prilaku guru akan menjadi contoh bagi muridnya. Ketika guru masuk ke kelas dan memberi pelajaran, siswa akan melihat dan menilainya sebagaimana ia berpenampilan, bertindak atau berprilaku. Kebanyakan orang akan terkenang dan terkesan pada guru yang mereka anggap baik, atau justru sebaliknya. Menurut Arends konsepsi tentang pengajaran merefleksikan nilai dan filosofi sosial tentang masyarakat yang lebih luas, dan ketika hal tersebut berubah pandangan masyarakat terhadap guru pun berubah1. Mendeskripsikan tentang bagaimana guru yang baik adalah hal yang tidak mudah. Guru yang berbeda sering berhasil menerapkan sesuatu dengan cara yang berbeda pula. Ada guru yang extrovert, dan ada yang introvert. Dan, setiap guru memiliki kelebihan dan kekuramgan masing-masing Namun, mengajar lebih dari sekedar \u2018menjadi diri sendiri\u2019. Guru harus bisa menampilkan wajah yang professional di hadapan siswa. Karena, guru yang baik adalah guru yang mampu menyerap hal-hal yang tidak diharapkan dan memanfaatkannya demi keuntungan siswa.Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, mengajar juga adalah hal yang sangat menyenangkan terutama ketika guru dapat melihat kemajuan yang meningkat pada siswa dan mereka mengetahui kalau mereka yang menyebabkan hal demikian. Bagian dari seni guru yang baik adalah pada kemampuannya mengadopsi sejumlah peran yang berbeda di dalam kelas. Bahasa merupakan salah satu bidang ilmu yang menuntut peran besar guru dalam pembelajarannya. Ada berbagai macam peran yang bisa dilakukan guru ketika mengajar bahasa agar pembelajaran bahasa tersebut efektif dan disukai siswa. Peran guru yang efektif sebagai fasilitator, manager, director, konduktor, atau guru sebagai sumber3, peran guru berkenaandengan pendekatan dan metode pengajaran bahasa4, peran guru berkenaan dengan tingkat kemahiran siswa (beginner, intermediate, dan advance)5, peran guru berkenaan dengan pengajaran empat kemampuan bahasa6, dan maxim guru dalam pengajaran bahasa7, akan kami bahas dalam makalah singkat ini sebagai bahan diskusi. Kami juga akan membahas tentang maxim guru menurut Richard. Teori-teori yang kami kutip sebagian besar dari tokoh pengajaran bahasa seperti Douglas H Brown, Jack C Richard, dan Jeremy Harmer
 
   PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
1. Peran guru yang efektif dalam pengajaran bahasa
Dalam diskusinya tentang interactive language teaching, Brown membahas beberapa peran yang bisa diambil guru dalam kelas yang interaktif. Peran tersebut meliputi8:
a. Guru sebagai director
Kelas yang interaktif bisa diatur sedemikian rupa sehingga guru bisa seperti layaknya seorang conductor dari suatu pertunjukan orchestra atau seorang director atau sutradara dari suatu pertunjukan drama. Ketika siswa terlibat dalam kegiatan berbahasa secara spontan atau yang sifatnya latihan, sudah menjadi tanggungjawab guru untuk bisa mempertahankan proses agar lancar dan efisien. Motifnya adalah guru harus selalu bisa melibatkan siswa untuk berimprovisasi dalamreal-life drama, karena setiap peristiwa komunikasi memiliki keunikan masing- masing.
b. Guru sebagai manajer
Metapora atau kiasan ini menangkap peran guru sebagai orang yang merencanakan pelajaran dan modul serta pembelajaran, seseorang yang menyusun segmen waktu kelas yang lebih luang dan lebih lama, dan orang yang membolehkan setiap pemain untuk lebih kreatif. Manajer dari perusahaan sukses mempertahankan control terhadap tujuan perusahaan, menjaga agar karyawan tetap pada tujuannya, terlibat dalam evaluasi dan umpanbalik yang berkelanjutan namun memberi kebebasan pada setiapindividu untuk bekerja pada bidang keahlian mereka sendiri. Kelas bahasa pun tidak jauh berbeda dengan perusahaan.
Guru sebagai faslitator
Peran sebagai fasilitator mewajibkan guru menjauh dari peran manajerial atau direktif dan membiarkan siswa menemukan sendiri jalan keberhasilannya, dengan bimbingan dan dengan dorongan yang lembut disana-sini. Seorang fasilitator berperan besar terhadap prinsip motivasi instrinsik dengan membolehkan siswa menjelajahi bahasa dengan cara menggunakannya secara pragmatis ketimbang memberitahukan mereka tentang bahasa.
d. Guru sebagai sumber
Implikasi dari peran sumber adalah bahwa siswa mengambil inisiatif untuk mendatangi guru yang sudah siap dengan nasihat dan bimbingannya ketika siswa membutuhkannya. Diperlukan pengendalian, perencanaan dan pengelolaan kelas untuk peran seperti ini.
2. Peran Guru Berdasarkan Tingkat Kemampuan Siswa
Sementara itu, dalam pembahasannya tentang teaching across proficiency level atau mengajarkan bahasa yang dibedakan atas tingkat kemahirannya, Brown menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengajarkan bahasa pada siswa tingkat pemula (beginning level), menengah (intermediate level), dan mahir (advanced level).
a. Peran guru bagi siswa tingkat pemula (beginning level)Siswa pemula sangat besar ketergantungan pada guru sebagai model bahasa. Untuk itu,te acher-centered lebih tepat diterapkan ketimbang student-centered selama beberapa waktu. Selain itu, atrikulasi guru ketika mengucapkan suatu kata atau kalimat harus sangat jelas dan dengan tingkat kecepatan yang disesuaikan, serta menggunakan tehnik yang sifatnya mekanis seperti choral repetition,d rilling dsb.
b. Peran guru bagi siswa tingkat menengah (intermediate level)10
Pada tahap ini learner-centered akan lebih tepat untuk dipilih guru ketika mengajar. Guru tidak lagi bertindak sebagaiinitiator. Siswa harus didorong untuk mengajukan pertanyaan, memberikan komentar, dan menegosiasikan opsi tertentu yang sesuai dalam pembelajaran. Selain itu, guru diharapkan untuk tidak terlalu banyak berbicara sehingga tidak membatasi kesempatan siswa untuk berbicara.
c. Peran guru bagi siswa tingkat mahir (advanced level) Untuk tingkat kemahiran ini, guru lebih tepat untuk mengambil peran yang sifatnya mengarahkan atau directive dalam situasi kelas yang learner-centered. Dan, pastikan kalau kosakata, kalimat, atau idiom yang digunakan guru lebih menantang siswa untuk mencaritahu maknanya.
3. Peran Guru Berkenaan Dengan Metode Pengajaran Bahasa
Richard & Rodger12 menyatakan bahwa peran guru sama hubungannya dengan asumsi tentang bahasa dan belajar bahasa pada tingkat pendekatan. Sebagian besar metode sangat bergantung pada guru sebagai sumber dan petunjuk; sedang metode lainnya memandang guru sebagai katalisator atau alat, konsultan, guide, dan model belajar. Peran guru dalam metode pengajaran bahasa berhubungan dengan masalah:
a) tipe fungsi guru diharapkan untuk mengisi peran apakah itu sebagai
director, counselor, atau model;
b) tingkat control yang dimiliki guru terhadap kegiatan belajar;
c) tingkatan ketika guru bertanggungjawab untuk menentukan materi apa
yang akan diajarkan;
d) pola interaksi yang berkembang antara guru dengan siswa.Berikut akan kami bahas beberapa contoh peran yang diambil guru berkenaan dengan pendekatan dan metode pengajaran bahasa.


Perlunya belajar pengalaman dari orang lain
Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana, tentu agan sudah sering denger yah ungkapan itu?

Nah, kali ini kita akan bahas tentang pengalaman, lebih khususnya belajar dari pengalaman orang lain gan. Apa aja sih alasan kenapa kita harus belajar dari pengalaman orang lain?! cekidot gan:
1. Gak perlu kecemplung di lubang yang samaAgan jadi semakin baik dan faham tentang apa yang seharusnya dan yang gak seharusnya agan lakukan kalau agan mau berhasil. Agan gak perlu kecemplung di lubang yang sama karena sudah ada yang mengalaminya lebih dulu, tinggal bagaimana agan berusaha menghindari lubang itu.
2. Pengalaman itu bisa dibilang mahal gan:
Pengalaman butuh waktu dan butuh energi. Coba bayangkan, kalau agan mau punya pengalaman menjadi penjual mobil, agan harus nyemplung dengan berjualan mobil. Dengan terjun langsung menjadi penjual mobil agan akan tau kondisi lapangan, hambatan, tantangan dan segala tetekbengek-nya. Tapi, satu hal yang perlu difahami, belajar dari pengalaman gak mesti pengalaman kita sendiri gan, agan gak mesti mengalami semuanya dulu untuk dapat bejalar dari pengalaman.

3. Menghemat waktu dan energi
Agan gak mesti mengalami semuanya dulu untuk dapat belajar dari pengalaman, jadi agan bisa menghemat waktu dan energi agan untuk hal lain yang sifatnya strategis.
Nah, bagaimana caranya bisa belajar dari pengalaman orang lain, nih ada sedikit tipnya gan:
1. Temukan seseorang yang telah lebih dulu sukses mencapai tujuan atau pencapaiannya. Cari siapa seseorang yang agan anggap sukses, baiknya yang sesuai dengan bidang dan tujuan agan. Kita memang harus belajar dari orang yang sukses, karena orang sukses itu sudah pasti pernah mengalami kegagalan hingga akhirnya menemukan kesuksesannya.
2. Setelah dapet figur doi, lalu perhatikan perjalanan hidupnya dalam meraih kesuksesan. Agan bisa tiru bagaimana cara doi berpikir, bersikap dan bertindak.
3. Ambil pelajaran dari kegagalan doi sebagai proses menemukan kesuksesan. Perjalanan doi meraih kesuksesannya bisa jadi peta hidup buat gan. Sedikit banyak agan jadi tahu tentang kondisi di lapangan , bahkan sebelum agan terjun ke lapangan yang sesungguhnya.
4. Kolaborasikan pengalaman doi dengan potensi dan keterampilan agan, juga sesuaikan dengan kondisi di lapangan agar hasilnya lebih power full.
5. Perlu dicatat nih gan, belajar dari pengalaman orang lain, gak berarti kita cuma meniru tanpa berkreasi dan improvisasi, gak berarti kita mengamati tanpa bertindak. So, pengalaman dari orang lain memang membuat kita jadi lebih tau, tapi gak bikin kita jadi ahli gan. Nah, Agan mau jadi sekedar tahu atau mau jadi ahli?! Kalau mau jadi ahli, yuk kolaborasikan semangat belajar dari pengalaman dengan tindakan, ACTION! Segitu dulu gan share kita kali ini, moga bermanfaat buat agan semua, n tunggu thread kita selanjutnya ya gan, coz kita akan angkat profil pengusaha-pengusaha sukses di bisnisnya masing-masing. Nanti agan bisa ambil tuh ilmu dan pengalamannya buat bisnis agan. Ok.


Pengertian fonem  dan pembuktian

Pengertian Fonem

Fonem-fonem Bahasa Indonesia
Sebelum ditemukan sejumlah fonem dalam bahasa Indonesia terlebih akan dirumuskan mengenai pengertian tentang fonem. Fonem adalah unsur bahasa yang terkecil dan dapat membedakan arti atau makna (Gleason,1961: 9). Berdasarkan definisi diatas maka setiap bunyi bahasa, baik segmental maupun suprasegmental apabila terbukti dapat membedakan arti dapat disebut fonem.
Setiap bunyi bahasa memiliki peluang yang sama untuk menjadi fonem. Namun, tidak semua bunyi bahasa pasti akan menjadi fonem. Bunyi itu harus diuji dengan beberapa pengujian penemuan fonem. Nama fonem, ciri-ciri fonem, dan watak fonem berasal dari bunyi bahasa. Adakalanya jumlah fonem sama dengan jumlah bunyi bahasa, tetapi sangat jarang terjadi. Pada umumnya fonem suatu bahasa lebih sedikit daripada jumlah bunyi suatu bahasa.
Berdasarkan kenyataan, ternyata di dalam bahasa Indonesia hanya ditemukan fonem segmental saja, dan bunyi suprasegmental tidak terbukti dapat membedakan arti. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia tidak ditemukannya fonem suprasegmental. Itulah sebabnya dalam kajian berikut ini hanya dibicarakan fonem segmental bahasa Indonesia yang meliputi fonem vocal, fonem konsonan, dan fonem semi konsonan.
2.1.1 Fonem Vokal
Ada lima dalil atau lima prinsip yang dapat diterapkan dalam penentuan fonem-fonem suatu bahasa. Kelima prinsip itu berbunyi sebagai berikut :
  1. Bunyi-bunyi bahasa yang secara fonetis mirip apabila berada dalam pasangan minimal merupakan fonem-fonem.
  2. Bunyi-bunyi bahasa yang secara fonetis mirip apabila berdistribusi komplementer merupakan sebuah fonem.
  3. Bunyi-bunyi bahasa yang secara fonetis mirip apabila bervariasi bebas, merupakan sebuah fonem.
  4. Bunyi-bunyi bahasa yang secara fonetis mirip, yang berada dalam pasangan mirip merupakan sebuah fonem sendiri-sendiri.
  5. Setiap bunyi bahasa yang berdistribusi lengkap merupakan sebuah fonem.
Di antara kelima dalil diatas, hanya tiga buah dalil yang merupakan dalil yang kuat, yaitu dalil (a), (b), dan (c). dalil (d) dan (e) merupakan dalil yang lemah.
Ada sejumlah pengertian yang harus dipahami didalam dalil-dalil atau didalam prinsip-prinsip diatas. Pengertian-pengertian yang penulis maksudkan , yaitu:
1) Bunyi-bunyi yang secara fonetis mirip
Dasar yang dipakai untuk menentukan apakah bunyi-bunyi itu mirip secara fonetis ataukah tidak ialah lafal dan daerah artikulasi bunyi itu. Bunyi-bunyi yang dapat dikatakan mirip secara fonetis adalah sebagai berikut :
a) bunyi-bunyi yng lafalnya mirip dan seartikulasi. Misalnya, bunyi [p] dan [b].
b) bunyi-bunyi yang lafalnya mirip dan daerah artikulasinya berdekatan. Misalnya, bunyi [b] dan [d].
c) bunyi-bunyi yang lafalnya jauh berbeda dan seartikulasi. Misalnya, bunyi [b] dan [m].
d) bunyi-bunyi yang lafalnya mirip dan daerah artikulasinya berjauhan. Misalnya, bunyi [m] dan [n].
2) Pasanan Minimal
Pasangan minimal merupakan pasangan dua kata dasar yang artinya berbeda, jumlah dan urutan bunyinya sama, dan didalamnya hanya berbeda satu bunyi. Dari sebuah pasangan minimal hanya dapat diperoleh dua fonem. Misalnya, gali [gali] – kali [kali] adalah pasangan minimal dan dari pasangan minimal ini diperoleh dua fonem, yaitu /g/ dan /k/.
3) Distribusi Komplementer
Bilamana dua bunyi dikatakan berada dalam distribusi yang komplementer atau yang mempunyai distribusi yang komplementer? Untuk dapat mengetahui hal ini, perlu dilihat tempat kedua bunyi tersebut berada. Tempatnya dapat ditentukan dengan melihat jenis bunyi yang mengapitnya atau dapat juga ditentukan dengan melihat jenis suku tempatnya berada. Selanjutnya, yang perlu diperhatikan ialah bahwa kedua bunyi tidak pernah saling tukar tempat. Artinya, kalau bunyi yang satu selalu diapait oleh bunyi desis, maka bunyi yang satunya lagi selalu diapait oleh bunyi yang bukan desis. Apabila dua bunyi telah dapat dibuktikan tempatnya seperti ini, mak berarti kedua bunyi itu berada dalam distri busi komplementer atau keduanya berdistribusi komplementer. Demikian pula, kalau ada dua bunyi yang satu selalu ditemulan pada suku terbuka yang satunya lagi selalu ditemukan pada suku tertutup, maka berarti kedua bunyi itu berada dalam distribusi yang komplementer.
Pembuktian fonem

Fonologi

Pengertian Fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Istilah fonologi, yang berasal dari gabungan kata Yunani phone 'bunyi' dan 'logos' tatanan, kata, atau ilmu' dlsebut juga tata bunyi. Bidang ini meliputi dua bagian.
Fonetik, yaitu bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suate bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia.

Fonemik, yaitu bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.

Bunyi ujaran yang bersifat netral, atau masih belum terbukti membedakan arti disebut fona, sedang fonem ialah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti. Variasi fonem karena pengaruh lingkungan yang dimasuki disebut alofon. Gambar atau lambang fonem dinamakan huruf. Jadi fonem berbeda dengan huruf.
Unluk menghasilkan suatu bunyi atau fonem, ada tiga unsur yang penting yaitu :
1. udara,
2. artikulator atau bagian alat ucap yang bergerak, dan
3. titik artikulasi atau bagian alat ucap yang menjadi titik sentuh artikulator.
Vokal dan Konsonan
Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar dengan rintangan.
Yang dimaksud dengan rintangan dalam hal ini adalah terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan atau perubahan posisi artikulator .
Diftong
Diftong adalah dua vokal beurutan yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu. Diftong dalam babasa Indonesia adalah ai ,au, dan oi.
Contoh :petai, lantai, pantai, santai, harimau, kerbau, imbau, pulau, amboi.
Fonem dan Pembuktiannya
Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang berfungsi membedakan arti. Fonem dapat dibuktikan melalui pasangan minimal. Pasangan minimal adalah pasangan kata dalam satu bahasa yang mengandung kontras minimal.
Contoh :
- pola &  rnembedakan /o/ dan /u/
®pula
- barang &  membedakan /b/ dan /p/
®parang
Fonem dan Huruf
Bahasa Indonesia memakai ejaan fonemis, artinya setiap hunuf melambangkan satu fonem. Namun demikian masih terdapat fonem-fonem yang dilambangkan dengan diagraf (dua hunuf melambangkan satu fonem) seperti ny, ng, sy, dan kh.
Di samping itu ada pula diafon (satu huruf yang melambangkan dua fonem) yakni huruf e yang digunakan untuk menyatakan e pepet dan e taling.

Share this article :

Publicar un comentario

UCAPAN SELAMAT

Test Footer 1

k

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KUMPULAN MAKALAH ALHASYI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger