Kajian Al-Qur'an : Terjemah bebas Tafsir Al-Munir

19/12/110 komentar


 Kajian Al-Qur'an : Terjemah bebas Tafsir Al-Munir

SURAT AL-FATIHAH

Diturunkan di Makkah dan di Madinah, terdiri dari 7 ayat.
Apabila basmallah termasuk surat Al-Fatihah, maka ayat ke tujuh adalah
. صراط الذين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولاالضالين
Apabila basmallah tidak termasul surat Al-Fatihah, maka ayat ke tujuh adalah
غيرالمغضوب عليهم ولاالضالين
Surat Al-Fatihah mengandung 4 bidang ilmu, yaitu :
1.      Ilmu Ushul (pokok-pokok agama), meliputi :
Ilmu Ilahiyah(ke-Tuhanan) dikandung pada ayat :
الحمدلله رب العالمين الرحمن الرحيم
Ilmu kenabian terdapat pada ayat :
الذين انعمت عليهم
Ilmu tentang hari akhir pada ayat :
مالك يوم الدين
2.      Ilmu cabang. Dalam hal ini yang paling dominan adalah ilmu ibadah, baik ibadah dengan harta benda maupun dengan badan
Kedua ilmu ini dibutuhkan dalam hal pekerjaan, perekonomian, perkawinan. Didalamnya terdapat hukum-hukum perintah dan larangan.
3.      Ilmu untuk memperoleh kesempurnaan yaitu ilmu akhlaq (istiqomah dalam menjalankan, hal ini disyaratkan oleh ayat
واياك نستعين
Ilmu syariat, terdapat pada ayat :
الصراط المسقيم
4.      Kisah/sejarah, berita-berita dari umat yang terjaga.
Keselamatan para nabi dan lainnya terdapat pada ayat :
الذين انعمت عليهم
Celakanya orang-orang kafir terdapat pada ayat غيرالمغضوب عليهم ولاالضالين
Ayat pertama Surat Al-Fatihah :
(بسم الله الرحمن الرحيم)
Artinya : بسم الله : Dengan menyebut nama Alloh
الرحمن : Yang Maha Kasih Sayang di dunia dan akhirat (kepada semua makhluk-Nya)
الرحيم : serta Maha Kasih Sayang di akhirat saja (kepada hambanya yang beriman saja).
Huruf Ba’ berarti kebaikan Alloh, Siin berarti keluhuran Alloh, tidak ada keluhuran di atas-Nya, Miim berarti kerajaan Alloh, dan Dia adalah Dzat Yang Berkuasa atas segala sesuatu. Ba’ pada permulaan menyebut nama-Nya juga berarti Dzat yang menjadikan penglihatan, Siin berarti Zat Yang Maha Mendengarkan, Miim berarti Zat yang Maha Diagungkan lagi Maha Memiliki, Alif berarti Alloh, Laam berarti Zat Yang Sangat Menyayangi, Ha’ berarti Zat Yang Maha Menunjukkan, Ro’ berarti Zat Yang Maha Memberi Rizqi, Kha’ berarti Zat yang Maha Mengasih(Empati), Nun berarti Zat Yang Maha Memberi Manfaat dan Cahaya.
(الحمدلله)
الحمد : Segala puji.
لله : bagi Alloh.
Bersyukur adalah kepada Alloh atas segala nikmatnya berupa kenyamanan yaitu orang-orang yang telah ditunjukkan kepada keimanan.
(رب العالمين)
Yang menjadi Tuhan bagi semua yang ada di alam. Maksudnya Alloh yang telah menciptakan makhluk dan memberinya rizqi serta menggerakkannya dari satu keadaan kepada keadaan yang lain.
الرحمن : Yang Maha Kasih Sayang di dunia dan akhirat (kepada semua makhluk-Nya). Maksudnya mengasihi kepada orang yang baik dan orang yang jahat dengan memberinya rizqi dan menghindarkan mereka dari segala penyakit.
الرحيم : Maha Kasih Sayang di akhirat saja (kepada hambanya yang beriman saja). Maksudnya Alloh yang telah menutupi dosa orang yang beriman didunia dan mengasihi mereka di akhirat dan memasukkan mereka ke dalam surga.
مالك يوم الدين
 مالك :  yang menguasai
  يوم الدين : hari qiyamat.
Imam ‘Ashim, Imam Kisa’i dan Imam Ya’qub menetapkan adanya alif (pada lafadz مالك), maksudnya Alloh yang mengurus semua perkara di hari qiyamat, seperti firman Alloh :
يوم لا تملك نفس لنفس شيئا والامريومئذلله
“Pada hari dimana seorang tidak memiliki sesuatu sedikit pun atas orang lain, pada hari ini perkara adalah milik Alloh”.
Ulama lain mengatakan tidak ada alif. Maksudnya adalah Alloh yang mengurus perkara-perkara di hari qiyamat dengan perintah dan larangan.
   (اياك نعبد) : Hanya kepadaMu kami menyembah. Maksudnya kami tidak menyembah kepada apapun selain Engkau.
(واياك نستعين) : Dan hanya kepadaMUlah kami meminta pertolongan. Maksudnya hanya kepadaMu kami meminta pertolongan untuk beribadah, maka tidak ada kekuatan untuk menghindari kedurhakaan kecuali dengan perlindungan/penjagaanMu, dan tidak ada kekuatan untuk taat kepadaMu kecuali dengan pertolonganMu.
(اهدناالصراط المستقيم)
اهدنا : Semoga Engkau menunjukkan kepada kami.
الصراط : pada jalan
 المستقيم: yang lurus.
Maksudnya semoga Engkau menambah kepada kami petunjuk kepada kami pada agama islam. Ataupun bermakna tetapkanlah(lestarikanlah) kami untuk termasuk pada orang-orang yang Engkau beri petunjuk kepada agama islam.
(صراط الذينانعمت عليهم)
   صراط : Yaitu jalan
 الذينانعمت : orang-orang telah Engkau beri nikmat
عليهم : kepada mereka.
Maksudnya : agamanya orang-orang  yang telah Engkau beri anugerah dengan agama, yaitu para nabi, orang-orang yang membenarkan/jujur, para syuhada’, dan orang-orang yang soleh.
(غيرالمغضوب)
غيرالمغضوبِقفArtinya bukan jalan orang-orang yang Engkau benci.
Maksudnya bukan agama yahudiyang telah Engkau benci.
(عليهم ولاالضالين)
عليهم : atas mereka
 ولاالضالين: dan bukan agama orang-orang yang tersesat.
Maksudnya buakan agama Nasrani yaitu orang-orang yang tersesat dari agama islam.
Dikatakan juga bahwa yang dimaksud orang-orang yang dibenci adalah orang-orang  kafir, dan orang-orang yang tersesat adalah orang-orang munafiq. Hal ini dikarenakan sesungguhnya Alloh menyebut orang-orang yang beriman di awal surat Al-Baqoroh dalam empat ayat. Setelah itu menyebut dua kali orang-orang kafir pada dua ayat, kemudian menyebut tiga kali orang-orang munafiq  pada sepuluh ayat.
Dan disunnahkan bagi orang yang telah selesai membaca surat Al-Fatihah untuk mengucap “Amin”, artinya semoga Engkau mengabulkan.

 Diposkan oleh Masruhen,SF,Apt  di 17:55 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
 
Minggu, 07 Agustus 2011
Kajian Al-Qur'an : Terjemah bebas Tafsir Al-Munir
Kajian Al-Qur'an : Terjemah bebas Tafsir Al-Munir

Mukadimah Penulis
Blog dan tulisan ini diinspirasi dari pemikiran Hadhrotus Syaikh Hasyim Asy’ari. Sebagaimana di tulis dalam http.habibah-kolis.blogspot.com200801hasyim-asyari.html, dinyatakan bahwa terdapat catatan yang menarik dan perlu dikedepankan dalam membahas pemikiran dan pandangan yang ditawarkan oleh Syaikh Hasyim Asy’ari adalah etika dalam pendidikan, dimana guru harus membiasakan diri menulis, mengarang dan meringkas, yang pada masanya jarang sekali dijumpai. Dan hal ini beliau buktikan dengan banyaknya kitab hasil karangan atau tulisan beliau. Beliau menyebutkan bahwa tujuan utama ilmu pengetahuan adalah mengamalkan. Hal itu dimaksudkan agar ilmu yang dimiliki menghasilkan manfaat sebagai bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Dengan harapan bahwa blog ini dapat membantu siapa saja untuk mencapai tujuan tersebut.
Diinspirasi kenyataan bahwa pada masa sekarang Al-Qur’an hanya menjadi bahan bacaan saja, dan bukan dipelajari dan diamalkan, maka sesuai pesan Rosululloh saw, penulis mencoba untuk membuat terjemahan bebas agar setiap orang dapat dengan mudah mempelajari Al-Qur’an. Agar lebih mudah dimengerti maka kami tuliskan terjemahan bebas dari sebuah Kitab Tafsir Al-Qur’an yaitu Maroh Labid Tafsir Nawawi atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Munir yang disusun oleh Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Bangsa Jawa, pemimpin ulama Hijaz pada masanya.
Kitab ini tidak banyak dipelajari di kalangan umum. Biasanya kitab ini dipelajari di kalangan pesantren salaf. Fakta mengatakan bahwa ulama pada masa dahulu/salaf sangat memiliki kehati-hatian yang tinggi. Dengan kehati-hatian ini maka pemikiran ulama’ salaf lebih murni dari segala kepentingan dan tujuan tercela. Dengan kehati-hatian inilah lebih memungkinkan didapatkan keselamatan dunia akhirat. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menterjemahkan Kitab salaf  karya ulama’ salaf ini. Akhirnya terlebih dahulu penulis memohon izin dan meminta do’a restu serta mendo’akan penyusun Kitab Tafsir Al-Munir agar tulisan ini mendapat ridho Alloh Subhanahu Wata’ala.Amin.

Mukadimah Penyusun Kitab :
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Kasih Sayang di dunia dan akhirat serta Maha Kasih Sayang di akhirat saja. Segala puji bagi Alloh yang tawadhu’ terhadap setiap sesuatu karena keagungan-Nya. Menghinakan setiap sesuatu karena keagungan-Nya. Menyelamatkan setiap sesuatu karena keMahakusa-Nya,yang menundukkan setiap sesuatu karena kerajaan-Nya. Maka Maha Sucilah Alloh yang memberlakukan hukum untuk membedakan antara halal dan haram. Pujiku kepada-Nya untuk terbukanya ilmu-ilmu yang tersembunyi dengan keluarnya kefahaman.
Tambahan rohmat ta’dhim(pengagungan) dan keselamatan semoga terlimpah selalu kepada yang kita mulyakan, Nabi Muhammad yang telah menghilangkan segala keraguan dari penjelasan (Al-Qur’an). Demikian juga semoga terlimpah selalu kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, yang mempunyai bagusnya sifat dan santun. Rohmat dan salam semoga selalu tercurah selamanya selama masih ada hari.
Selanjutnya Syaikh Imam Nawawi berkata : Orang-orang yang mulaya disekita saya telah memintaku untuk menulis kitab tafsir Al-Qur’an yang agung. Maka aku merenungkannya beberapa lama karena takut termasuk dalam apa yang disabdakan Nabi Muhammad yaitu : “Barang siapa berbicara tentang Al-Qur’an dengan pendapatnya dan dia benar, maka dia telah melakukan kesalahan”.Dan sabda beliau : “ Barang siapa berbicara tentang Al-Qur’an dengan pendapatnya maka bersiaplah tempatnya di neraka”. Maka aku (Syaikh Nawawi) menjawab permintaan tersebut karena mengikuti ulama’ salaf dalam melestarikan ilmu kepada semua makhluk, dan aku tidak menambah-nambahi, tetapi di setiap zaman ada pembaharuan, supaya dapat membantuku bagi orang ceroboh sepertiku. Aku mengambil (penafsiran) dari Kitab Futuhat Ilahiyah, Mafatihul Ghoib, dan Sirojul Munir, Tanwirul Miqbas, Tafsir Abi Su’ud. Aku menamainya sesuai sejarahnya : Maroh Labid Likasyfi Ma’nal Qur’anil Majid.
Kepada Zat Yang Maha Mulya Yang Maha Membuka aku bertumpu, berserah dan bersandar. Sekarang saya mulai dengan sebaik-baiknya pertolongan-Nya Dia yang maha menolong bagi setiap orang yang berserah kepada-Nya.
 Diposkan oleh Masruhen,SF,Apt  di 23:20 0 komentar Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
 
Rabu, 13 Juli 2011
Istiqomah : Penyebab dan buahnya
Istiqomah : Penyebab dan buahnya
Makna Istiqomah
Secara etimologi, istiqomah berarti tegak lurus. Secara terminologi, istiqomah diartikan dgn beberapa pengertian berikut:
1.      Abu Bakar As-Shiddiq ra berkata bahwa istiqomah adalah kemurnian tauhid.
2.      Umar bin Khattab ra berkata: “Istiqomah adalah komitmen terhadap perintah & larangan & tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang”.
3.      Utsman bin Affan ra berkata: “Istiqomah adalah mengikhlaskan amal kpd Allah swt”.
4.      Ali bin Abu Thalib ra berkata: “Istiqomah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban”

Bagaimana supaya Istiqomah ?
Beramal dan melakukan optimalisasi (QS 22:78)
Bersederhana antara tindakan melampaui batas & menyia-nyiakan (QS 25:67), hadis Rasulullah saw kepada Abdullah bin Amr bin Al-Ash
3.                  Tidak melampui batas yg telah digariskan ilmu pengetahuannya.
4.                  Tidak bersandar pada faktor kontemporari, melainkan pada sesuatu yg jelas
5.                  Ikhlas (QS 98:5)
6.                  Mengikuti Sunnah
            - Rasulullah saw bersabda: “Siapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku maka dia pasti akan melihat perbedaan yang keras, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin (yang lurus), gigitlah ia dengan gigi taringmu.”(Abu Daud dari Al-Irbadl bin Sariah)
 
 Buah Istiqomah
Dengan istiqomah, hati akan mudah tersentuh nur Ilahiyyah. Bentuknya : mudah melaksanakan kebajikan, mudah menerima  nasihat, dan sensitif/terasa sakit/susah bila melakukan kedurhakaan kepada Alloh. Apabila tidak tersentuh nur Ilahiyyah, menunjukkan hatinya berkarat. Untuk membersihkannya dengan : banyak membaca Al’Qur’an, selalu ingat mati, menerima nasihat.
 Manusia mempunyai 2 dimensi :
Jasad. Dikembangkan dengan akal. Diberi gizi makanan.
Jiwa/Nafs. Dikembangkan dengan hati. Diberi gizi Ilmu.
Kedua hal ini harus seimbang.Kondisi bangsa yang seperti kita lihat saat ini adalah karena tidak seimbangnya gizi jasad dan Jiwa, padahal lagu kebangsaan kita jelas mengatakan ”Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.”
Yang harus dibangun adalah jiwanya dahulu, baru badannya. Kalau terbalik, maka akibatnya seperti yang kita rasakan sekarang ini.
 Sungguh cerdas para pendiri Republik ini, tapi tumpul generasi penerus saat ini.

Oleh : Redaksi dikutip dari berbagai sumber.
Share this article :

Publicar un comentario

UCAPAN SELAMAT

Test Footer 1

k

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KUMPULAN MAKALAH ALHASYI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger